Teknologi Komunikasi adalah peralatan perangkat keras
(hardware) dalam sebuah struktur organisasi yang mengandung nilai-nilai sosial
yang memungkinkan setiap individu mengumpulkan, memproses dan saling tukar
menukar informasi dengan individu-individu lain.
Perkembangan Junalistik dan Teknologi Komunikasi
Jurnalistik
atau journalisme berasal dari kata journal, yang artinya catatan harian,
catatan mengenai kejadian sehari-hari, atau bisa juga diartikan sebagai surat
kabar. Journal berasal dari bahasa latin “diurnalis” yang artinya harian atau
tiap hari. Jadi, jurnalistik dapat diartikan menghimpun catatan (surat kabar)
setiap hari.
Pada dasarnya
kegiatan jurnalistik ini sudah ada sejak berabad-abad silam. Contoh gampang
saja yang bisa kita lihat, yaitu adanya catatan tentang ilmuan-ilmuan zaman
dulu seperti; Plato, Aristoteles, Alexander Yang Agung, dan sebagainya. Hal ini
menunjukkan para jurnalis pada waktu itu melakikan kegiatan menghimpun catatan
mengenai tokoh yang ada pada zaman itu juga. Hanya saja tidak disebarluaskan
karena kurang memadainya teknologi pada saat itu.
Dari masa ke masa. Mulai dari ditemukannya kertas oleh bangsa China, pengiriman surat melalui burung merpati,
ditemukannya mesin cetak untuk surat kabar, terciptanya radio dan televisi
sebagai media jurnalistik elektronik, hingga saat ini muncul internet sebagai
media online dalam kegiatan jurnalistik, dimana media yang satu ini lebih
praktis dan lebih mudah dijangkau oleh semua orang.
Perkembangan teknologi komunikasi mempunyai pengaruh besar dalam dunia
jurnalistik. Teknologi komuinikasi yang semakin berkembang selalu saja
menggeser teknologi – teknologi terdahulu yang sudah ada. Contoh kecil saja,
dengan munculnya televisi, media cetak tergeser pamornya. Masyarakat banyak
yang beralih ke televisi karena dianggap lebih praktis dengan adanya video dan
suara yang ditampilkan. Bukan hanya membaca dan membayangkan saja ataupun
mendengarkan saja.
Munculnya Internet Sebagai Media Informasi Masa Kini
Internet
secara sederhana menggambarkan kumpulan jaringan yang menghubungkan komputer
dan server secara bersamaan. Internet mampu memberikan layanan kecepatan
informasi setiap saat, detail dan bebas biaya. Sehingga tidak lah mengherankan
apabila terjadi kenaikan jumlah pengakses internet setiap tahunnya di
Indonesia. Fenomena umum orang online ke internet adalah untuk mendapatkan
informasi dan berbagi informasi.
Seiring
dengan perkembangan teknologi komunikasi pada saat ini yang telah memasuki
cyber world, media konvensional dituntut untuk melakukan integrasi dengan media
baru agar mampu memenuhi harapan baru bagi pelanggannya. Misalnya, media
konvensional menciptakan event-nya dengan menggunakan edisi online. Salah satu
contohnya pada saat ini harian Kompas sudah mempunyai edisi online. Dan masih
banyak lagi contoh-contoh media konvensional yang melakukan kegiatan seperti
itu.
Dari
penjelasan di atas bisa kita simpulkan bagaimana pekembangan teknologi
komunikasi sangat mempengaruhi perkembangan jurnalistik di dunia. Mulai dari
media cetak, radio, dan televisi, saat ini sudah menerbitkan versi online-nya.
Berita
dalam media online berkembang sangat pesat, tidak saja dalam bentuk teks tetapi
juga dalam bentuk multimedia, yaitu menggabungkan teks, audio dan video yang
bisa diakses kapan pun dan di mana pun manusia berada. Sehingga menurut Fidler
(1997) multimedia sering disebutnya sebagai mixed media. Sementara itu, media
konvensional yang melakukan sinergi dengan internet mampu meningkatkan value
added dan brand yang semakin luas dan
semakun kuat.
Dengan
adanya versi online dari berbagai jurnalisme konvensional, persaingan bukan
lagi mengutamakan masalah keunggulan media yang digunakan, melainkan cara
mengemas berita dan teknik dalam menyampaikan berita atau informasi kepada
khalayak.
ADS HERE !!!